Pages

2011/06/25

Dasar-dasar Overclock

Menentukan Kecepatan Processor


Processor saat ini tersedia dalam berbagai versi dan kecepatan yang berbeda. Ditambah lagi penamaan yang cukup membingungkan dan tidak mencerminkan kecepatan aslinya. Ada cara mudah untuk mengkalkulasikan kecepatan clock dari sebuah processor. Setiap processor memiliki apa yang disebut dengan nilai multiplier. Apabila multiplier tersebut dikalikan dengan nilai frond side bus (FSB) maka akan menghasilkan kecepatan clock pada processor.


Contohnya, Intel Core 2 Quad QX6700 2,66 GHz memiliki nilai multiplier 10. FSB yang disediakan untuk processor ini adlaah 1066 MHz. Lalu kalikan 10 dengan 1066 yang menghasilkan 10660. Tapi, tunggu dulu. FSB untuk Intel menganu sistem quad pumped. Artinya, nilai FSB sebenarnya adalah 266 MHz (karena 1066/4 = 266). Jadi clock sebenarnya untuk Intel Core 2 Quad QZ6700 adalah 266 dikali 10, yang sama dengan 2660 MHz atau 2,66 GHz.


Overclock bisa dilakukan dengna cara menaikkan nilai multiplier, menaikkan FSB atau keduanya. Dengan mengkombinasikan keduanya, Anda bisa mendapatkan clock yang lebih tinggi.


Apakah Processor Saya bisa di-Overclock?


Sebagai aturan utama, processor yang lebih baik untuk di overlock adalah processor yang menggunakan versi terbaru, atau istilahnya adalah CPU stepping dan revision number. CPU stepping adalah label internal yang dipakai baik oleh Intel atau AMD untuk menunjukkan versi.


Tidak ada processor yang sempurna, sama seperti software, processor juga ada versinya. Dan versi pertama, sebuah jajaran processor biasanya menggunakan CPU stepping A-0. Selanjutnya, apabila ada perbaikan pada produk itu, angka CPU stepping-nyaakan naik menjadi A-1, A-2, B-0, dan seterusnya.


Contoh jelasnya, seandainya Anda memiliki processor Intel Core 2 Quad Q6600 dengan CPU stepping G-0 maka bisa disimpulkan bahwa processor tersebut akan berjalan lebih dingin ketimbang Intel Core 2 Quad Q6600 dengan CPU stepping B-3.


Bagaimana caranya untuk mengetahui CPU stepping dari sebuah processor?Cara paling mudahnya adalah dengan menggunakan utiliti-utiliti seperti CPU-Z (www.cpuid.com), atau AIDA32 (www.majorgeeks.com/download181.html):


1.Instal dan jalankan AIDA 32


2.Klik item CPU yang ada di sebelah kiri, dan akan muncul informasi mengenai processor yang Anda gunakan. Lihat ke item CPU Stepping.


3.Atau bila menggunakan CPU-Z, buka tab CPU, dan lihat di bagian Revision.


Lalu muncul pertanyaan, dari semua CPU stepping, manakan yang paling bagus untuk di overclock? Untuk menemukan jawabannya hanya bisa didapat melalui riset, dan sumber yang paling bagus adalah website-website khusus overclock seperti http://forums.extremeoverclocking.com/, www.firingsquad.com/special/ocdbl, dan lain-lain.


Multiplier yang dikunci


Produsen processor melakukan beberapa hal, agar processor mereka bekerja pada clock yang seharusnya. Salah satunya adalah dengan mengunci multiplier-nya sehingga tidak bisa diubah-ubah melalui BIOS> Langkah ini juga bisa mencegah para penjual nakal yang menjual processor berkecepatan rendah tapi dengan harga processor yang berkecepatan lebih tinggi. Secara tidak langsung, penguncian multiplier ini juga berpengaruh kepada para overclocker. Tidak semua processor multiplier-nya dikunci. Seri Intel Extreme edition tidak dikunci, begitu pula AMD seri FX.


Peranan Voltase Core


Saat melakukan overclock pada dasarnya adalah memaksa processor untuk bekerja di atas standarnya. Oleh sebab itu, processor membutuhkan asupan daya yang lebih dari biasanya. Efek samping dari penambahan daya dari yang sudah ditetapkan adalah umur processor menjadi lebih pendek atau bahkan hangus. Jadi, pikirkan lebih dulu sebelum melakukan penambahan daya.


- - - - - -- - - - - - -- - - - - -




Quad Pumped. Istilah lain dari Quad Data Rate adalah teknik pensinyalan komunikai dimana data ditransmisikan baik saat sinyal clock naik dan turun, hampir sama seperti teknologi DDR. Tapi dengan dua sinyal clock yang 90 derajat saling menjauhi, maka secara efektif akan menghantarkan 4 bit data per siklus clock. Teknologi ini diperkenalkan pertama kali oleh Intel pada core WII-lamette, dan pada saat ini dipakai di Pentium 4, Celeron, Pentium D, Core 2.

Hardware yang Tepat

Processor adalah komponen utama dalam overclock. Tapi processor bukanlah satu-satunya komponen yang harus diperhatikan


Motherboard


Secara umum, harga menentukan kualitas. Jika Anda menggunakan motherboard berkualitas menengah ke bawah, tentu hasil overclock yang didapat juga kurang maksimal. Tapi dengan motherboard yang lebih mahal, komponen yang dipakai dan kemampuan overclock-nya tentu lebih baik. Namun, bukan berarti motherboard kelas menengah ke bawah tidak sanggup di overclock. Untuk mencari motherboard mana yang bagus untuk di overclock, Anda harus rajin-rajin membaca berbagai review motherboard.


Tip tambahan lainnya, jika anda membeli motherboard untuk overclock, belilah motherboard revisi terbaru. Karena dalam revisi terbaru, motherboard sudah diberikan perbaikan di sana-sini. Dan biasanya lebih bagus untuk di overclock. Revisi biasanya bisa dilihat pada fisik motherboard-nya sendiri, yang terletak dekat dengan tulisan seri motherboard. Contohnya, REV 1.0, REV.J, dan lain-lain. Atau bisa juga dilihat pada spesifikasi yang berada di kotak motherboard tersebut.


Power Supply


Di bagian awal sudah disebutkan bahwa voltase turut memainkan peranan dalam overlock. Oleh sebab itu, Power Supply Unit (PSU) yang dipakai haruslah yang bisa diandalkan. Yang kami maksud dengan diandalkan adalah dengan melihat dari besarnya watt yang ditawarkan, tapi lihatlah dari kualitasnya. Maksudnya begini, akan lebih baik memilih PSU 750 watt dari merek ternama, ketimbang memilih PSU 1200 watt tapi dari merek yang tidak terkenal. Kenapa? Karena PSU merek-merek ternama umumnya memilik nilai efisiensi yang tinggi.


Contohnya, sebuah PSU merek ternama menghadirkan 750 watt dengan efisiensi 80%. Itu artinya PSU tersebut bisa menghantarkan daya sekitar 600 watt (80% x 750). Nah, PSU dari merek-merek tidak ternama biasanya memiliki efisiensi sekitar 50 – 60 %. Tapi bukan berarti PSU tersebut tidak bisa dipakai di overclock. Bisa saja, namun umur pemakaiannya akan lebih pendek dari PSU dari merek-merek ternama karena kualitas komponen yang dipakai tidak sebagus dari merek ternama. Dan ingat satu hal, sebagus apapun sebuah PSU, tidak ada yang menyajikan efisiensi sampai 100%.


Tip lainnya lagi dalam memilih PSU adalah selalu menggunakan daya yang lebih besar dari yang Anda butuhkan. Misalnya, PSU 750 watt yang bekerja pada 450 akan “hidup” lebih lama ketimbang PUS 500 watt yang bekerja pada 450 watt.


Pendingin


Panas berlebih yang dihasilkan dari overclock bisa menyebabkan ketidakstabilan pada sistem. Inti utamanya adalah pastikan tujuan overclock Anda, dan pilih perangkat pendingin yang tepat. Jika Anda ingin men-overclock secara extreme, gunakan pendingin dari nitrogen cair. Jangan gunakan heatsink fan yang murahan. Pendingin berupaa heatsink fan adalah solusi yang paling sederhana, lalu diikuti dengan water cooling,


Ingat juga bahwa overclock tidak hanya dapat menaikkan suhu processor saja, tapi juga komponen lain yang ada di sistem. Untuk itu, Anda memerlukan tambahan pendingin di dalam casing.




Water Cooling. Metode pembuangan panas dari komponen yang menggunakan air sebagai media pemindah panasnya. Keuntungan dari penggunaan water cooling adalah kapasitas panas yang lebih tinggi, densitas dan konduktivitas suhu. Dalam beberapa tahun ini, penggunaan water cooling sudah semakin umum, khususnya untuk processor. Water cooling biasanya terdiri dari CPU water block, pompa air, dan pembuang panas (berupa radiator dengan kipas). Penggunaan water cooling tidak hanya meningkatkan kemampuan overclock dan pengoperasian yang lebih sunyi, tapi juga membuang panas lebih baik.

Proses Overclock

Processor Intel


Pada percobaan pertama ini, kita kaan mencoba untuk meng-overclock Intel Core 2 Extreme QX6800 2,93 GHz, dengan motherboard Asus P5W DH Deluxe, dan heatsink fan standar.


1.Langkah pertama dimulai dengan mem-backup data-data penting Anda. Backup sangat penting, apabila terjadi korup pada OS.


2.Masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del. Ingat, setiap BIOS memiliki konfigurasi yang berbeda-beda untuk masuk ke BIOS.


3.Langkah overclock sudah bisa dimulai dengan menaikkan multiplier-nya. Di BIOS yang kami gunakan, fitur untuk menaikkan multiplier berada di menu Advanced, CPU Configuration. Lalu, cari item bernama Ratio CMOS Setting yang merupakan nama lain dari multiplier. Letak fitur dan nama multiplier ini berbeda-beda di tiap BIOS. Jadi, baca buku manual motherboard Anda atau lihat panduan online-nya.


Di awal saya sudah memberitahukan bahwa semua processor Intel kelas Extreme, multiplier-nya tidak dikunci. Hal itu dibuktikan dengan adanya tulisan Ratio Status: Unlocked.Default multiplier yang dipakai oleh processor saya adalah 11. Tapi saya tidak ingin terburu-buru dalam menaikkan clock-nya. Oleh karena itu, saya ingin menaikkan multipliernya satu tingkat saja menjadi 12, walaupun multiplier-nya bisa dinaikkan menjadi 20. Kenapa hanya satu tingkat saja? Karena dengan satu tingkat pun, processor kami yang tadinya 2,93 GHz (266 x 12), bisa naik menjadi 3,19 GHz (266 x 13).


Setelah itu, restart komputer Anda, dan masuklah ke Windows. Jalankan berbagai program, dna lihat kestabilannya. Jika ternyata tidak stabil, lihat langkah 7. Tapi jika stabil dan Anda ingin menaikkannya lagi, saran saya adalah melalui CPU Frequency-nya. Karena bila kita naikkan melalui multiplier, kecepatannya akan melonjak terlalu tinggi, dan tiu bisa berbahaya. Katakanlah kita naikkan multiplier-nya menjadi 13 maka processor yang default-nya adalah 2,93 Ghz, bisa menjadi 3,45 GHz (266 x 13).


4.Langkah untuk meng-overclock melalui CPU Frequency pada BIOS saya terdapat di menu Advanced, JumperFree Configuration. Lalau carilah item CPU Frequency. Sama seperti multiplier, istiah yang dipakai untuk CPU Frequency adalah berbeda-beda untuk tiap BIOS.


Default CPU Frequency yang diguankan adalah 266. Tapi ingat, kesabaran adalah sebuah hal penting sewaktu overclock. Oleh karena itu, kami menaikkan CPU Frequencynya menjadi 270 atau naik 4 tingkat saja. Kemudian restart sistem Anda, masuk ke Windows, dan lihat kestabilannya.


5.Setelah mengkombinasikan antara menaikkan multiplier dan menaikan CPU Frequency maka processor saya yang tadinya 2,93 GHz, kini menjadi 3,24 GHz (12x270). Lakukan kombinasi ini sampai Anda mendapatkan hasil yang diinginkan.


6.Anda sudah mendapat hasil yang diinginkan, tapi ternyata sewaktu masuk ke Windows atau sewaktu menjalankan program. Windows kadang-kadang crash atau tidak merespon. Itu artinya sistem Anda tidak stabil. Ketidakstabilan itu bisa disebabkan karena kekurangan voltase untuk processor. Sebab pada umumnya, voltase untuk processor diatur sebagai auto.


Lalu bagaimaan cara kita melihal voltase yang dipakai oleh processor kita saat dalam keadaan default? Kembali dengan menggunakan software CPU-Z, buka tab CPU, dan lihat Core Voltage.


Untuk menaikkan voltase core, kembali masuk ke BIOS. Di BIOS saya, nama yang dipakai untuk mengatur voltase core adalah CPU Vcore Voltage. Misalnya, voltase default yang dipakai untuk processor saya adalah 1,26 volt maka jika ternyata membutuhkan voltase tambahan, voltasenya akan kami naikkan menjadi 1,2750 V, 1,2875 V, dan seterusnya hingga mencapai kestabilan.


7.Bila setelah proses restart dan komputer tidak mau menyala, itu tandanya overclock Anda tidak berhasil. Satu-satunya cara agar komputer tersebut bisa menyala lagi lagi adalah dengan mengembalikan BIOS ke default-nya. Caranya bermacam-macam, pada beberapa motherboard ada yang cukup dnegna mematikan PSU saja seama beberapa detik. Pada motherboard lain atau pada umumnya, bisa dilakukan dengan cara memindahkan jumper clear CMOS. Baca buku manual motherboard untuk mengetahui letak jumper tersebut. Atau langkah paling akhir adalah mencabut baterai BIOS. Pencabutan baterai BIOS diambil sebagai langkah terakhir karena biasanya di atas baterai tersebut dilabeli dengan label garansi. Bila label garansi itu terkoyak maka dipastikan garansi motherboard Anda tidak bisa dipakai lagi.


8.Di overclock sudah, dinaikkan voltasenya juga sudah, dan sewaktu dicoba untuk menjalankan Windows juga lancar-lancar saja. Tapi, apakah lantas sistem Anda bisa dibiliang stabil? Tidak. Agar sistem Anda bisa dibilang benar-benar stabil maka Anda harus melakukan stress test pada sistem Anda. Dalam hal ini adalah menggunakan aplikasi yang benar-benar menguji kemampuan processor. Salah satunya adalah Prime95 v25.5 yang bisa di download dari http://mersenne.org/gimps/P95V255.zip dengan file sebesar 909 KB.


Prime95 adalah sebuah aplikasi yang mencari bilangan prima dalam jumlah besar. Tapi Prime 95 juga terkenal sebagai pencari error pada komputer yang tidak stabil. Jika komputer Anda sanggup menjalankan Prime95 dalam waktu 24 jam tanpa error. Anda bisa mengasumsikan processor, dan motherboard Anda adalah stabil. Karena samkin berat kerja processor maka akan semakin panas. Karakteristik dan chip silikon adalah bila semakin panas, kinerjanya akan semakin menurun. Hasil nilai kestabilan clock processor akan menurun, begitu bertambah panas. Itulah kenapa pada overclocker selalu berkutat dalam berbagai cara untuk menemukan pendingin yang paling tepat. Komputer yan stabil adalah komputer yang memiliki komponen stabil, walaupun dalam keadaan kerja paling maksimal.


Beginilah cara menggunakan Prime95:


1.Ekstrak, lalu langsung jalankan tanpa diinstal


2.Pada layar pertama yang akan muncul, pilih Just Stress Testing.


3.Kemudian di jendela berikutnya yang muncul, pilih Inplace large FFTs. Klik OK


4.Proses stress testing kaan dimulai. Akan muncul 4 jendela Worker thread. Itu mununjukkan bahwa keempat core yang dimiliki oleh Intel Core 2 Extreme QX6800, kesemuanya sedang diuji. Jika processor yang Anda miliki hanya single core maka Worker thread yang muncul Cuma 1 jendela saja. Begitu pula jika processor Anda dual core maka akan muncul 2 jendela Worker thread.


5.Kemudian klik kanan taskbar, dan pilih Task Manager.


6.Pilih tab Performance, dan Anda melihat dalam CPU Usage History, keempat indikatornya pasti dalam grafik tertinggi atau 100%. Jika ada salah satu indikator tidak menampilkan grafik tinggi atau 100%, berarti stress testing Anda tidak berjalan secara optimal.


7.Jalankan Prime95 sekitar 6-24 jam. Namun bagi sistem yang tidak stabil, biasanya akan carash dalam waktu beberapa menit saja. Pastikan pula saat menjalankan Prime 95, tidak ada lagi aplikasi lain yang berjalan di background. Misalnya antivirus, scandisk, firewall, dan sebagainya.


8.Untuk menghentikan stress testing, klik menu Test, Stop.


9.Jika sistem Anda tidak stabil maka akan muncul tulisan seperti ini. Berhasilkah? Jika berhasil, berarti overclock yang Anda lakukan sudah tepat. Dalam keadaan normal, jika Prime95 tidak sukses, tidak serta merta menunjukkan kepada kegagalan processor. Bisa saja kegagalan itu ada pada salah satu komponen di motherboard. Tapi kita sedang dalam kondisi overclock maka sudah dipastikan yang gagal adalah processor.

Processor AMD

Pada percobaan kedua, saya menggunakan processor AMD Athlon X2 6400+ Black Edition yang memiliki lock 3,2 GHz, dan motherboard Abit AN68SD dengan heatsink fan standar.


1.Langkah wajib, dan harus dilakukan. Backup data Anda!


2.Masuk ke BIO, dan cari menu dimana Anda bisa mengutak-atik untuk keperluan overclocking. Di BIOS yang kami pakai, menu tersebut ada di SoftMenu Setup. Ingat, tiap BIOS memiliki menu yang berbeda, jadi baca buku manual motherboard Anda.


3.Untuk mulai mengotak-atik setting-an overclock, di item CPU Operating Speed ganti nilainya menjadi User Define.


4.Pada processor yang kami pakai, ada sebuah hal yang kami pikir cukup aneh. Processor Black Edition ini multipliernya tidak dikunci tapi multipliernya hanya bisa diturunkan saja, tidak bisa dinaikkan. Nilai default multiplier yang dipakai adalah 16, dan Cuma bisa diturunkan menjadi 15.k, 15, 14.5, dan seterusnya. Tapi saya memutuskan untuk memakai 15.5.


5.Tidak seperti Intel overclocking AMD sedikit lebih rumit karena ada unusr Hyper Transport yang ikut campur. HyperTransport adalah interface antara CPU dan chipset, serta memiliki nilai default 1 GHz. Hyper Transport ini tidak bisa dipaksakan jauh-jauh di atas nilai 1 GHz (200 x 5). Dan ingat juga, jika Anda meng-overclock CPU frequency maka HyperTransport akan otomatis di overclock juga. Oleh karena itu, agar HyperTransport tidak turut ter overclock jauh dari 1 GHz maka nilai HyperTransport harus kita turunkan. Di BIOS yang kami pakai setting-=nya ada di menu Advanced Chipset Features. Kemudian ubah nilai pada K8 ß-> NB HT Speed menjadi 800 Mhz (200 x 4).


6.Karena multiplier pada processor ini tidak bisa dinaikkan maka untuk meningkatkan clock processor adalah melalui CPU frequency. Di BIOS saya, untuk menaikkan CPU frequency ada di SoftMenu Setup. Di item CPU External Clock, ubah nilainya menjadi 220. Dengan perhitungan 220 x 15.5 maka clock processor yang akan kami dapatkan adalah 3410 MHz atau 3,4 GHz.


7.Setelah komputer di restart, ternyata tidak mau masuk ke dalam Windows. Itu artinya overclock tidak berhasil. Maka kembalikan BIOS ke nilai default-nya, dengan cara memindahkan jumper clear CMOS.


8.Kembali masuk ke BIOS, dan gunakan parameter yang sama. Namun kali ini coba juga untuk menambahkan voltase processor atau core voltage. Voltase default yang dipakai adalah 1,4 volt. Untuk mengubahnya, di BIOS kami dalam menu SoftMenu Setup, cari item Voltages Control, dan ubah menjadi User Definne. Setelah itu, di item CPU core voltage, kami ubah nilai menjadi 1,450 V.


9.Kembali restart komputer, dan overclock, saya berhasil, serta bisa masuk ke dalam Windows.


10.Sama seperti pada processor Intel, uji kembali kestabilannya dengan menggunakan Prime95.


Jadi inti utama dalam meng-overclock adalah bermain-main dengan CPU frequency dan multiplier. Khusus untuk AMD mainkan juga setting-an Hyper Transport-nya. Jika belum berhasil maka mainkan juga core voltage-nya.


Semua ini dilakukan dalam percobaan yang bersifat trial and error. Tidak ada nilai yang pasti karena karakteristik tiap hardware berbeda-beda. Jangan harap untuk bisa langsung berhasil dalam percobaan pertama. Tapi ingat, lakukan dengan sabar, dan jangan terlalu bernafsu.


- - - - -- - - - - - - - -- - - - - - -


HyperTransport. Teknologi dari AMD yang memiliki fitur kecepatan tingi, latensi rendah dan link point to point yang dirancang untuk meningkatkan komunitas antara circuit di komputer. HyperTransport mengurangi jumlah bus dalam sistem sehingga bisa mengurangi efek bottleneck. HyperTransport juga mengijinkan processor menggunakan memory lebih efisien.

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...