Pages

2011/01/18

Hardware yang tidak diketahui informasinya

Artikel sebelumnya: Windows Driver anda bermasalah? Ikuti saja langkah-langkah penyelesaiannya disini

Ada sebuah contoh kasus, setelah Anda menginstal semua hardware yang dibutuhkan untuk komputer Anda, di dalam Device Manager ternyata masih ada satu hardware lagi yang belum terdeteksi. Hal ini bisa diketahui dengan adanya tanda seru berwarna kuning, dan hardware-nya diberi nama Unknown device.

Munculnya, unknown device ini bisa karena Anda salah menginstal drivernya sehingga sehingga sistem operasi tidak mengenalinya atau memang hardwarenya bermasalah.

Solusi termudah untuk mengatasi unknown device ini adalah dengan mendatangi website pembuatnya, dan mendownload drivernya di sana. Tapi bagaimaan caranya kita tahu bahwa si unknown device ini adalah hardware buatan vendor tertentu? Kasus ini sering dialami oleh orang yang membeli komputer dari orang lain yang awam terhadap computer. Sewaktu ditanya, “hardware ini drivernya mana?” Si penjual pun geleng-geleng kepala. Sedangkan kita juga tidak tahu ini hardware apa, merek apa, dan serinya berapa?. Lantas, mau cari drivernya pun bingung karena tidak ada informasi yang bisa dijadikan patokan.

Untuk mengatasi hal ini, ada dua cara. Cara yang pertama adalah melacaknya secara manual dari device manager. Karena setiap driver memiliki dua identitas, Vendor ID, dan Device ID. Dari situ kita bisa melacaknya.

1.Buka Device Manager dari Control Panel.

Sekedar catatan:

Seandainya tidak ada, cari saja System lalu pilih Hardware. Tepat di sebelah kanan bawahnya terdapat Device Manager, lalu klik saja. Bila masih bingung ikuti saja cara kedua pada kolom berikutnya.

2.Klik kanan pada Unknown Device, dan pilih Properties.

3.Pilih tab Details, dan Property dengan Hardware Ids. Dalam contoh saya, terlihat ada sebuah informasi yang bertuliskan WEC1020.

4.Buka Google, dan gunakan WEC1020 sebagai keyword-nya. Dari situ bisa diketahui bahwa WEC1020 adalah sebuah hardware IR Receiver buatan Winbond.

5.Seandainya di Hardware Ids itu muncul informasi dalam formal lain, seperrti contoh: HDAUDIO\FUNC_02&VEN_11C1&Dev_1040&SUBSYS_10250127&REV_102. Maka yang kita butuhkan hanyalah informasi di bagian VEN_11C1-&DEV_1040. Dimana VEN adalah Vendor ID, dan DDEV adalah Device ID. Dalam contoih itu, Vendor ID-nya adalah 11C1, dan Device ID-nya adalah 1040.

6.Buka website pcidatabase.com, dan masukkan Vendor ID dan Device ID.

7.Klik Search, dan hasilnya bisa kita dapatkan segera.

Cara kedua adalah dengan memanfaatkan sebuah aplikasi gratis bernama Unknown Devices yang bisa di download dari halfdone.com dengan file berukuran 632 KB.

1.Ekstrak file ZIP nya, kemudian di dalamnya ekstrak lagi file yang bernama DeviceLists.zip.

2.Lalu jalankan UnknownDevices.exe

3.Aplikasi ini langsung akan men-scan, dan menampilkan hasilnya.

4.Klik dua kali pada nama hardware yang ingin diketahui infonya. Maka akan disajikan informasinya.

Memang, hasilnya yang diperoleh dari kedua cara itu tidak memberitahukan ke kita secara detail mengenai hardware yang tidak diketahui itu. Tapi setidaknya setelah mencoba kedua cara tadi, Anda bisa memperoleh sedikit informasi yang bisa dijadikan acuan dalam mencari drivernya di Internet.

Backup Driver

Artikel sebelumnya: Windows Driver anda bermasalah? Ikuti saja langkah-langkah penyelesaiannya disini

Backup, backup, dan backup. Itulah yang seharusnya dilakukan seandainya Anda membeli sebuah hardware baru CD yang berisi driver di dalamnya bisa anda jadikan ISO atau copy langsung ke harddisk. Jangan jadikan kapasitas harddisk yang kecil sebagai alas an. Jika harddisk Anda sanggup menampung video atau game yang kapasitasnya puluhan Gigabyte, kenapa tidak ada tempat untuk driver yang paling hanya memakan puluhan Megabyte? Dan seandainya Anda ingin menjual hardware ini kembali, maka hardware tersebut akan memiliki nilai tambah karena masih memiliki driver aslinya.

Kali ini, saya tidak akan memberitahukan cara mem-backup dengan membuat file ISO karena semua pasti sudah bisa. Yang akan saya paparkan di sini adalah bagaimana caranya membackup driver yang sudah terinstal di dalam sistem.

Oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah aplikasi gratis bernama DriverBackup! Yang bisa anda download dari sourceforge.net dengan file berukuran 320 KB.

1.Ekstrak, lalu jalankan file yang bernama DrvBK.exe

2.Setelah proses scanning driver selesai, beri centang pada hardware yang drivernya ingin di backup. Bisa satu hardware atau semua hardware yang ada.

3.Klik Start Backup.

4.Klik Browser untuk menentukan lokasi penyimpanan backup ini. Lokasinya terserah Anda.

5.Klik Star Backup, dan tunggu prosesnya hingga selesai.

Untuk me-restore driver yang sudah kita backup, caranya juga sangat sederhana :

1.Klik opsi Restore. Lalu, klik Open Backup file

2.Arahkan ke lokasi tempat Anda membackup, dan pilih file yang berekstensi. BKI.

3.Klik Restore

Harap diingat bahwa proses backup ini harus dilakukan dalam sistem operasi yang sama. Maksudnya, jika Anda melakukan backup ini di Windows 7, maka restore-nya juga harus di Windows 7.

Windows Driver anda bermasalah? Ikuti saja langkah-langkah penyelesaiannya disini

Jika ditanya, seberapa pentingkah sebuah driver? Maka jawabannya tentu saja sangat penting. Berkat driver lah sebuah hardware bisa bekerja, dan digunakan secara optimal.

So, bagaimana bila Driver sedang menghadapi masalah. Ikuti saja Tutorial, perangkat lunak serta tip dan trik di bawah ini :


Backup Driver

Hardware yang tidak diketahui informasinya

Cara Mencari Driver

Cara Instalasi Driver yang benar

Unknown Device

2011/01/13

Instalasi Font




Di Windows

Windows mendukung font-font dalam format TrueType, OpenType, PostScript type 1, dan bitmap font. Instalasi font di Windows sangatlah mudah, apalagi di Windows 7. Tidak banyak langkah yang musti dikerjakan.

1.Klik kanan file font-nya, lalu pilih Install.

2.Atau bisa juga dengan mengklik dua kali file font-nya, lalu klik Install.

3.Jika Anda ingin melihat, men-delete atau melakukan aksi lain dengan font yang ada di system, maka buka Control Panel > Appearance and Personalization. 

4.Kemudian pilih Preview, delete, or show and hide fonts.

5.Dari situ, Anda bisa melihat seperti apa font’nya, menghapusnya atau menyembunyikannya. 


Di Linux

Untuk melakukan instalasi font di Linux, pada dasarnya sama saja dengan di Windows. Saya akan mencontohkan dengan menggunakan Ubuntu 10.04:

1.Buka file font Anda, lalu klik kanan, dan pilih Open with Font Viewer.

2.Di jendela yang muncul, klik Install Font. Kemudian, bagaiaman caranya menginstal font milik Microsoft, seperti Times New Roman, rial, Comic Sans, dan sebagainya? Sebab secara default, Ubuntu tidak menyediakan font-font tersebut, sementara font-font itu banyak dipakai di dokumen atau website. 

Beginilah caranya:

1.Klik Applications > ubuntu Software Center.

2.Lalu, cari item bernama Installer for Microsoft TrueType core fonts. Bila sudah ketemu, klik Install. 

3.Masukkan password root bila di minta.

4.Font akan di download. Lamanya tentu saja tergantung dari kecepatan koneksi Internet Ana. Setelah selesai, coba buka OpenOffice, dan periksa hasilnya.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

TrueType. Format standar font yang dikembangkan oleh Apple Computer pada akhir tahun 1980an sebagai pesaing font Adobe Type 1 yang digunakan pada PostScript. Kekuatan utama True Type terletak pada presisi font saat diperbesar.

OpenType. Format untuk scalable font computer. Dibangun berdasarkan pendahulunya, yaitu TrueType, yang mempertahankan struktur dasar TrueType dan menambahkan banyak struktur data yang rumit untuk menggambarkan tipografinya OpenType adalah merek dagang terdaftar dari Microsoft.

PostScript. Page description language yang dikembangkan oleh Adobe Systems. Postcript sebagai bahasa primer dalam mencetak dokumen untuk printer laser, dan dapat disesuaikan untuk memproduksi gambar. Postcript juga bahasa yang distandarisasi untuk desktop publishing karena mendukung cetakan dengan resolute tiggi. Hal ini menguntungkan bagi objek berorientasi vector grafis. PostScript sendiri diciptakan tahun 1982 oleh John Warnock dan Charles Geschke sebagai rangkaian bahasa program yang dinamis. Ada tiga versi dasar Postcript yakni Poscript Level 1. Poscript Level 2 dan Postcript Level3. Tingkatan itu menunjukkan perkembangan dan dukungan teknologi yang makin disempurnakan. PS level 3 lahir tahun 1997 yang mendukung berbagai macam jenis font, lebih baik dalam menangani grafis termasuk beberapa fitur yang mampu mempercepat proses cetak.

Ubuntu Software Center. Dulu dikenal dengan nama Ubuntu Software Store, merupakan aplikasi berbasis GTK+ yang dibuat sebagai aplikasi front-end dari Advanced Packaging Tool (APT) untuk system manajemen paket Debian. Aplikasi ini dapat diguankan untuk menginstal dan menguninstall paket software dan dapat digunakan untuk menambah repository. Pada menu utama aplikasi ini, tersedia sejumlah kategori paket software yang dapat dengan mudah diinstall / diuninstall oleh para penggunanya.

Fontstruct



Artikel sebelumnya: Bikin Font sendiri

Fonstruct adalah sebuah aplikasi berbasis web yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan font. Agar bisa menggunakan aplikasi ini, Anda harus mendaftar terlebih dahulu. Gratis!

1.Jalankan browser dan arahkan ke fontstruct.com

2.Setelah mendaftar dan melakukan login, klik tab Fonstructor, dan mulailah menciptakan fot Anda. Cara penggunaannya mudah, gunakan blaok-balok yang ada di sebelah kiri jendela untuk membentuk struktur badan sebuah karakter.

3.Susun balok-balok sehingga membentuk sebuah huruf. Mulailah dari kotak yang memiliki titik warna merah. Anda juga bisa memanfaatkan kotak Tool yang ada.

4.Setelah sebuah huruf selesai, lanjutkan ke huruf berikutnya hingga selesai. Ingat, huruf besar dan huruf kecil dibedakan.

Setelah pembuatan semua karakter selesai, Anda bisa menyimpannya, mengujinya atua men-download-nya dengan mengklik Save, Preview, atau Download.

Anda juga bisa melihat serta mendownload font hasil karya pengguna FOnstruct lainnya dengan mengklik Gallery.

PilotHandwriting



Artikel sebelumnya: Bikin Font sendiri

Pernahkan Anda berpikir, bagaiaman jika tulisan tangan Anda sendiri dijadikan font? Tentu keren, kan. Ada sebuah aplikasi web yang bisa melakukan hal ini untuk Anda. Tapi, sayangnya font yang sudah dibuat tidak bisa di download.

1.Jalankan browser, dan arahkan ke pilothandwriting.com

2.Klik link Write by hand, lalu masukkan account Anda. Jika belum punya. Gratis, kok.

3.Terus, klik Next sampai muncul tampilan template dari PilotHand writing. Klik icon printer yang ada di bawah.

4.Sekarang, siapkan kertas dan printer. Kita akan mencetak template itu.

5.Setelah tercetak, isi template itu. Ingat, jangan ada karakter yang melebihi kotak yang sudah ditentukan, dan jangan ada coretan lain. 

6.Sekarng, waktunya untuk memasukkan template tu ke PilotHandwriting. Ada tiga mode yang bisa dipakai, dengan menggunakan webcam, kamera digital, atau scanner. Yang paling bagus adalah dengan menggunakan scanner. Tapi bila Anda tidak punya scanner, maka gunakan kamera digital seperti yang saya lakukan. Potretlah template itu dengan cahaya yang cukup, langsung dari depan, dan tidak miring-miring. Simpan hasilnya dalam format JPG, dan pastikan frame hitam yang ada di template itu tidak terpotong.

7.Kembali ke PilotHandwriting, pilih opsi yang sesuai dengna yang Anda gunakan. Saya memiliki Digital Camera.

8.Selanjutnya, klik Upload Image dan arahkan ke file template JPG yang tadi kita buat.

9.PilotHandwriting akan memprosesnya dengan cepat, setelah itu akan dimunculkan hasilnya.

10.Seandainya ada karakter yang tidak dikenali oleh PilotHandwiring, maka di kotak karakter yang tidak dikenali itu akan muncul icon bergambar pensil. Untuk memperbaikinya, Anda bisa mencetak dan meng-upload ulang template yang sudah dikoreksi, atau diperbaiki langsung di PilotHandwriting. Caranya klik karakter yang ingin diperbaiki, lalu gunakanlah editor yang muncul.

11.Untuk mencobanya, klik tanda panah kanan, lalu ketik sesuatu

12.Untuk mengirim e-mail ke orang lain dengan menggunakan tulisan tangan Anda, klik Send by e-mail.

13.Hasilnya akan disajikand alam bentuk gambar

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...